Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Ekonomi

Permintaan Melonjak, Stok Elpiji 3 Kg di Kota Blitar Sempat Menipis Jelang Libur Panjang

Menjelang hari besar, masyarakat Kota Blitar kesulitan mencari gas LPG 3 Kg lantaran stoknya yang sempat menipis.

Permintaan Melonjak, Stok Elpiji 3 Kg di Kota Blitar Sempat Menipis Jelang Libur Panjang
Gas LPG 3 Kg yang ada di Kota Blitar.

Poin Penting

  • Jelang hari besar stok LPG 3 kilogram menipis.
  • Masyarakat sempat kesulitan cari LPG 3 kilogram.
  • Harga jual LPG 3 kilogram masih sesuai HET.

Kabar Blitar – Stok elpiji 3 kilogram di sejumlah pangkalan di Kota Blitar dilaporkan sempat menipis akibat tingginya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan dan libur panjang.

Kondisi tersebut salah satunya terjadi di Pangkalan LPG Suprabowo yang berlokasi di Jalan Beliton, Kota Blitar.

Pemilik pangkalan mengungkapkan, pasokan elpiji sebenarnya telah dipesan seperti biasa. Namun, pengiriman harus melalui antrean sehingga jumlah tabung yang diterima tidak sebanyak hari normal. Di sisi lain, jumlah pembeli justru meningkat tajam.

“Biasanya kami menerima sekitar 27 tabung, tapi sekarang hanya 20 tabung. Begitu datang langsung habis karena pembelinya banyak,” ujarnya.

Meski stok terbatas, ia memastikan harga jual elpiji 3 kilogram di pangkalan tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp18 ribu per tabung. 

Ia juga mengaku sempat mendengar informasi adanya penjualan elpiji di luar pangkalan dengan harga lebih tinggi, bahkan mencapai Rp23 ribu per tabung.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar, Parminto, menyatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pertamina guna memastikan distribusi elpiji tetap berjalan lancar.

“Kami sudah bersurat ke Pertamina dan alhamdulillah direspons. Selama hari libur dan cuti bersama tetap ada pengiriman elpiji ke agen, distributor, dan pangkalan resmi,” kata Parminto.

Menurutnya, dari sisi agen tidak terdapat pengurangan kuota elpiji 3 kilogram. Kelangkaan yang terjadi lebih disebabkan oleh lonjakan permintaan masyarakat dalam waktu bersamaan.

“Biasanya saat hari besar keagamaan banyak keluarga dari luar kota datang. Ada kegiatan nyekar, slametan, dan konsumsi rumah tangga otomatis meningkat,” jelasnya.

Parminto juga mengimbau agar elpiji bersubsidi 3 kilogram digunakan sesuai peruntukannya, yakni untuk masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha mikro. 

Sementara itu, masyarakat yang secara ekonomi dinilai mampu diharapkan beralih menggunakan elpiji non-subsidi.

“Bagi masyarakat yang mampu, kami harap bisa menggunakan elpiji 12 kilogram atau Bright Gas agar subsidi tepat sasaran,” pungkasnya.

#Lpg 3 kg #Pemkot Blitar

Komentar 0

Baca Juga