Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Ekonomi

Pertanian Blitar Didorong Makin Modern, Gubernur Jatim Sodorkan Mesin Panen

Mesin panen bantuan Pemprov Jawa Timur digadang-gadang mampu memangkas waktu panen 1 hektare dari minimal tiga hari secara manual menjadi sekitar satu jam.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Poin Penting

  • Pemanfaatan combine harvester jadi modernisasi pertanian di Kabupaten Blitar.

  • Panen padi 1 hektare dengan combine harvester membutuhkan sekitar satu jam.

  • Penggunaan mesin panen disebut menekan kehilangan hasil menjadi sekitar 1-2 persen.

Kabar Blitar – Penggunaan teknologi mesin panen mulai menjadi bagian dari perkembangan pertanian di Kabupaten Blitar.

Salah satunya melalui pemanfaatan combine harvester untuk mempercepat proses panen sekaligus menekan kehilangan hasil.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyerahkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) berupa combine harvester kepada kelompok petani di Kabupaten Blitar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Pemprov Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan modernisasi pertanian diperlukan untuk meningkatkan efisiensi proses produksi dan mendorong produktivitas petani.

Menurutnya, penggunaan combine harvester membuat proses panen padi jauh lebih cepat dibandingkan dengan cara manual.

"Hari ini salah satu yang menjadi kekuatan Jawa Timur bukan hanya mewujudkan ketahanan pangan, tapi sudah sampai kepada kedaulatan pangan. Itu pun tidak berhenti di sektor produksinya saja," ujar Khofifah saat menjalani kunjungan ke Blitar.

Lebih lanjut, dirinya menyebutkan bahwa pihaknya telah memberikan bantuan alsintan pada petani di Blitar.

"Hari ini kami menyampaikan Alsintan untuk petani di Kabupaten Blitar," katanya.

Khofifah menjelaskan, panen padi secara manual untuk lahan seluas satu hektare membutuhkan waktu minimal tiga hari, sedangkan combine harvester dapat menyelesaikan proses tersebut dalam waktu sekitar satu jam.

Perbedaan waktu tersebut dinilai menjadi salah satu keuntungan penggunaan mesin dalam kegiatan pertanian, terutama ketika petani harus mengejar waktu panen.

Teknologi tersebut juga berpengaruh terhadap tingkat kehilangan hasil saat panen.

"Kalau dipanen secara manual hilangnya 9 sampai 11 persen. Tapi kalau dengan combine harvester hilangnya hanya 1 sampai 2 persen," ungkapnya.

Penurunan susut panen membuat hasil padi yang dapat dibawa petani dari lahan menjadi lebih banyak dibandingkan dengan metode panen manual.

Khofifah mengatakan efisiensi waktu dan minimnya kehilangan hasil tersebut diharapkan ikut berdampak terhadap produktivitas serta pendapatan petani.

Perkembangan mekanisasi pertanian juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesejahteraan petani di tengah kebutuhan peningkatan produktivitas sektor pangan.

"Kalau NTP se-Jawa tinggi, kami paling tinggi, itu insyaallah kesejahteraan petani kita juga akan lebih baik. Inilah yang saya sebut maju berkelanjutan. Mari terus kami jaga, kami luaskan, dan kami tumbuh kembangkan," pungkas Khofifah.

#Alsintan Blitar #Gubernur Jatim #Petani Blitar

Komentar 0

Baca Juga