Produksi Beras Kabupaten Blitar Tembus 143.056 ton
Hasil produksi beras di Kabupaten Blitar tembus 143.056 ton yang menunjukkan adanya peningkatan sebesar 5,1 persen dari tahun 2024 lalu.
Poin Penting
- Produksi beras di Kabupaten Blitar capai 143.056 ton.
- Bantuan alsintan dinilai jadi faktor pendorong.
- Bupati Blitar juga ajak generasi muda cinta sektor pertanian.
Kabar Blitar – Pemerintah Kabupaten Blitar menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung keberlanjutan program swasembada pangan nasional.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Blitar, Rijanto, saat mengikuti zoom meeting bersama Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pertanian pada Rabu (7/1).
Rijanto menjelaskan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah menetapkan target swasembada pangan pada 2027 sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional.
Target tersebut mencakup produksi beras nasional sebesar 34 juta ton, penghentian impor beras, serta deregulasi kebijakan pupuk.
Namun demikian, berkat kolaborasi lintas sektor yang terbangun dengan baik, capaian tersebut berhasil direalisasikan lebih cepat dari target.
Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,77 juta ton atau meningkat 13,54 persen dibandingkan tahun 2024.
Angka tersebut sekaligus menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Selain itu, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat menembus 4,2 juta ton, sementara Nilai Tukar Petani (NTP) di akhir 2025 berada di angka 124,36.
“Capaian ini merupakan hasil kebijakan pro-petani, mulai dari penurunan harga pupuk, percepatan distribusi pupuk, kenaikan harga gabah menjadi Rp 6.500 per kilogram, hingga penghentian impor beras,” ujar Rijanto.
Ia menambahkan, penguatan sektor pertanian juga dilakukan melalui revitalisasi yang melibatkan generasi muda.
Upaya tersebut diwujudkan dengan penerapan pertanian modern berbasis alat dan mesin pertanian, didukung pembangunan irigasi serta pencetakan sawah baru hasil kolaborasi Kementerian Pertanian dan Kementerian PUPR.
Di tingkat daerah, Kabupaten Blitar turut berkontribusi nyata dalam mendukung swasembada pangan nasional.
Pada 2025, produksi beras di Kabupaten Blitar meningkat dari 136.118 ton pada 2024 menjadi 143.056 ton, atau naik sebesar 5,1 persen.
Peningkatan ini ditopang oleh penyaluran 236 unit alat dan mesin pertanian kepada 194 kelompok tani yang dilakukan dalam dua tahap.
“Capaian Kabupaten Blitar ini positif. Karena terjadi peningkatan produksi beras. Tandanya petani bisa memaksimalkan alat yang pemerintah berikan, pada 2025 lalu,” ungkapnya.
Meski capaian positif telah diraih, Rijanto menegaskan bahwa sektor pertanian masih menghadapi sejumlah tantangan ke depan, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan sumber daya, hingga tuntutan keberlanjutan lingkungan.
Oleh karena itu, inovasi, mekanisasi, digitalisasi pertanian, serta penggunaan pupuk ramah lingkungan perlu terus didorong.
“Kami juga mengajak generasi muda untuk mencintai pertanian dan menjadikannya sektor yang modern, produktif, serta menjanjikan masa depan,” pungkasnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.