Program Nasional Masuk Tahun Kedua, Sekolah Rakyat di Kota Blitar Baru Susul Operasional
Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Blitar mulai MPLS dan menjadi bagian dari 182 Sekolah Rakyat se-Indonesia yang siap membekali siswa akademik hingga keterampilan hidup.
Poin Penting
- Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Blitar gelar MPLS, Sabtu (15/8/2026), sebagai bagian dari 182 Sekolah Rakyat yang beroperasi se-Indonesia.
- Program tak hanya fokus akademik, tapi juga pengembangan karakter, bakat, dan keterampilan siswa untuk bekal masa depan.
- Siswa berprestasi bisa dirujuk ke Sekolah Garuda atau sekolah kedinasan; keluarga siswa juga dapat program pemberdayaan ekonomi.
KBRB –Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat kini telah berjalan di berbagai daerah.
Hingga Agustus 2026, sebanyak 182 Sekolah Rakyat disebut telah beroperasi dari Aceh hingga Papua.
Kota Blitar menjadi salah satu daerah yang menjalankan program tersebut lewat Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Blitar.
Sekolah Rakyat di Kota Blitar sendiri mulai beroperasi setelah program nasional tersebut bergulir pada tahun kedua.
PIC Sekolah Rakyat Kota Blitar dari Kementerian Sosial (Kemensos), Romal Sinaga, mengatakan program Sekolah Rakyat kini memasuki tahun kedua secara nasional dan telah diikuti puluhan ribu siswa dari jenjang SD, SMP hingga SMA.
Hal itu disampaikan Romal saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Blitar, Sabtu (15/8/2026).
Sekolah Rakyat, menurut Romal, tidak hanya ditujukan untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak.
Program tersebut juga dirancang untuk membekali siswa dengan kemampuan yang dapat menunjang kehidupan mereka di masa depan.
Karena itu, pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik — pengembangan karakter, bakat, dan keterampilan siswa juga menjadi bagian dari proses pembelajaran.
"Ini adalah tahun pertama di Sekolah Rakyat Kota Blitar. Kami berharap Pemkot Blitar terus mengawal proses ini agar Sekolah Rakyat terus berjalan on the track," kata Romal.
Siswa yang memiliki prestasi juga akan mendapatkan dukungan untuk melanjutkan pendidikan setelah menyelesaikan sekolah.
Pemerintah telah menyiapkan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dan lembaga pendidikan.
Lulusan SMA Sekolah Rakyat yang berprestasi bahkan dapat diarahkan untuk melanjutkan pendidikan ke Sekolah Garuda maupun sekolah kedinasan.
"Misalnya, siswa lulusan SMA Sekolah Rakyat berprestasi bisa langsung kami rujuk kepada Sekolah Garuda atau ke sekolah-sekolah kedinasan lainnya," ujarnya.
Program Sekolah Rakyat, Romal menegaskan, tidak hanya menyasar anak-anak.
Keluarga siswa juga akan mendapatkan program pemberdayaan untuk membantu meningkatkan kondisi ekonomi mereka.
Pendekatan tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari upaya pemerintah memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.
"Kami ingin membuktikan bahwa anak-anak ini bisa putus dari kemiskinan. Keluarganya nanti juga kami bantu. Anaknya di sini tenang sekolah dan keluarganya kami bantu untuk kami berdayakan sehingga mereka bisa naik kelas," jelasnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.