Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Peristiwa

Punya Sejumlah Keluhan, Lansia Blitar Ditemukan Tewas Gantung Diri

Berita ini menyajikan informasi terkait dugaan peristiwa bunuh diri dengan tetap mengedepankan sikap empati, kepentingan publik, serta menghindari pemaparan detail yang berpotensi menimbulkan peniruan. Bagi pembaca yang mengalami tekanan psikologis atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, disarankan segera mencari bantuan dari tenaga profesional atau fasilitas layanan kesehatan.

Punya Sejumlah Keluhan, Lansia Blitar Ditemukan Tewas Gantung Diri
Pihak kepolisian saat memeriksa lokasi lansia gantung diri di Sanankulon, Kabupaten Blitar.

Poin Penting

  • Lansia asal Blitar nekat gantung diri.
  • Jasad korban ditemukan pertama kali oleh sang istri.
  • Korban diduga memiliki sejumlah masalah kesehatan sebelumnya.

Kabar Blitar – Seorang pria lanjut usia, KEM (95) warga Dusun Centong, Desa Purworejo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, ditemukan meninggal dunia di rumahnya dengan dugaan bunuh diri pada Jumat (6/2/2026) malam. 

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 23.00 WIB dan dilaporkan ke pihak kepolisian pada Sabtu (7/2/2026) dini hari.

Kapolsek Sanankulon, AKP Nurbudi Santosa, mengatakan korban ditemukan dalam kondisi tergantung di ruang tamu rumahnya. 

Petugas gabungan dari Polsek Sanankulon, Polres Blitar Kota, serta tenaga medis dari Puskesmas Sanankulon langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Petugas menerima laporan sekitar pukul 00.15 WIB. Setelah itu kami bersama tim gabungan segera mendatangi TKP untuk melakukan pemeriksaan awal,” ujar AKP Nurbudi.

Berdasarkan keterangan saksi, kejadian tersebut diketahui pertama kali oleh istri korban, Jumirah (88), yang saat itu terbangun dan hendak ke kamar mandi. 

Ia kemudian melihat korban sudah dalam kondisi tergantung. Saksi lalu berteriak meminta pertolongan sehingga mengundang perhatian keluarga dan warga sekitar, termasuk keponakan korban dan ketua RT setempat.

Hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. 

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa seutas tali tambang serta pakaian yang dikenakan korban saat kejadian. 

Dari keterangan keluarga, korban diketahui mengalami keterbatasan fisik akibat kecelakaan yang dialami sekitar 20 tahun lalu dan dalam satu tahun terakhir disebut mengalami kondisi kejiwaan yang tidak stabil.

“Informasi dari keluarga menyebutkan korban mengalami depresi, sering linglung, dan mudah emosi dalam setahun terakhir. Namun demikian, dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan indikasi tindak pidana,” jelas AKP Nurbudi.

Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. 

Selanjutnya, polisi melakukan pendataan saksi, pengumpulan barang bukti, serta pembuatan visum et repertum sebagai bagian dari prosedur penyelidikan.

#Bunuh Diri Blitar #Polres Blitar Kota

Komentar 0

Baca Juga