Sempat Jadi Perbincangan Warga Net, Disbudpar Kota Blitar Pertimbangkan Evaluasi Pagelaran BEN Carnival
BEN Carnival 2026 Kota Blitar digelar malam hari dengan konsep baru yang mendapat beragam respons masyarakat. Disbudpar Kota Blitar menyiapkan evaluasi terkait waktu pelaksanaan, tata cahaya, pagar pembatas, hingga durasi seremoni pembukaan.
Poin Penting
- BEN Carnival 2026 digelar malam hari untuk pertama kalinya di Kota Blitar, dengan tata cahaya dan kondisi cuaca yang lebih sejuk menjadi pertimbangan utama perubahan waktu pelaksanaan.
- Disbudpar Kota Blitar mengevaluasi sejumlah aspek penyelenggaraan, termasuk pagar pembatas, tata teknis pertunjukan, serta seremoni pembukaan yang dinilai terlalu panjang.
- Jadwal BEN Carnival berikutnya masih dikaji, dengan salah satu opsi pelaksanaan mulai pukul 15.30 hingga 22.30 WIB agar masyarakat memiliki waktu lebih panjang menikmati karnaval sekaligus tetap dapat menjalankan ibadah.
Kabar Blitar – Pelaksanaan Blitar Ethnic National (BEN) Carnival 2026 yang digelar pada malam hari menjadi bahan evaluasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar.
Perubahan waktu pelaksanaan tersebut merupakan konsep baru yang diterapkan dalam penyelenggaraan BEN Carnival tahun ini.
Kepala Disbudpar Kota Blitar, Rike Rochmawati, mengatakan perubahan waktu pelaksanaan dari siang ke malam menimbulkan beragam respons dari masyarakat.
Namun, pihaknya tetap mencatat sejumlah hal yang perlu diperbaiki pada penyelenggaraan berikutnya.
“Pelaksanaan BEN Carnival pada malam hari merupakan konsep yang baru pertama kali diterapkan di Kota Blitar. Perubahan ini tentu menimbulkan kejutan bagi sebagian masyarakat,” kata Rike.
Menurut Rike, konsep karnaval malam sebelumnya telah diterapkan di sejumlah daerah, di antaranya Kediri dan Jember.
Konsep tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan BEN Carnival 2026.
Pelaksanaan pada malam hari juga membuat unsur tata cahaya menjadi bagian penting dalam pertunjukan.
Selain itu, kondisi cuaca yang lebih sejuk pada malam hari menjadi salah satu pertimbangan dalam perubahan waktu pelaksanaan.
Disbudpar juga menerapkan pagar pembatas yang lebih rendah dibanding penyelenggaraan sebelumnya.
Kebijakan tersebut dilakukan agar masyarakat tetap dapat menyaksikan pertunjukan dari berbagai sisi.
“Dengan penerapan pagar pembatas yang lebih rendah, masyarakat dari berbagai sisi juga dapat menikmati jalannya karnaval secara lebih tertib tanpa kehilangan jarak pandang,” imbuhnya.
Meski demikian, evaluasi tidak hanya berkaitan dengan teknis pelaksanaan karnaval.
Disbudpar juga mencatat durasi seremoni pembukaan yang dinilai terlalu panjang.
Rike mengatakan hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar pada penyelenggaraan mendatang rangkaian seremoni dapat dibuat lebih efektif dan tidak mengurangi waktu masyarakat menikmati pertunjukan utama.
Selain itu, Disbudpar mulai mempertimbangkan perubahan rentang waktu pelaksanaan BEN Carnival pada tahun berikutnya.
Salah satu skema yang tengah dipertimbangkan yakni acara berlangsung mulai pukul 15.30 hingga 22.30 WIB.
“Sebagai bentuk komitmen untuk terus berbenah, Disbudpar juga mulai mempertimbangkan skema pelaksanaan BEN Carnival dari pukul 15.30 hingga 22.30 WIB pada penyelenggaraan berikutnya dengan tetap memberikan ruang dan kesempatan untuk waktu beribadah,” ujarnya.
Skema tersebut masih berupa bahan pertimbangan.
Evaluasi pelaksanaan BEN Carnival 2026 akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan konsep penyelenggaraan berikutnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.