Stok Elpiji Dijamin Aman, Pertamina Lakukan Extra Dropping Gas Melon di Blitar
Sempat mengalami kesulitan cari stok tabung elpiji 3 kilogram, Pertamina tambahkan pasokan gas melon di Blitar.
Poin Penting
- Gas elpiji 3 kilogram sempat sulit di Blitar.
- Pertamina tambahkan stok di Blitar Raya.
- Jumlah tambahan hinga 38 ribu tabung.
Kabar Blitar – Keluhan warga mengenai sulitnya memperoleh elpiji 3 kilogram di wilayah Blitar dan Tulungagung dalam beberapa hari terakhir mendapat perhatian dari Pertamina Patra Niaga.
Perusahaan memastikan bahwa pasokan elpiji bersubsidi tersebut masih dalam kondisi aman, menyusul penyaluran tambahan puluhan ribu tabung serta pelaksanaan inspeksi mendadak bersama pemerintah daerah.
Kelangkaan elpiji 3 kilogram sebelumnya banyak dikeluhkan masyarakat, terutama di tingkat warung dan pengecer.
Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan tabung gas melon, bahkan mendapati harga jual di pengecer melonjak hingga sekitar Rp20 ribu per tabung. Selain itu, beberapa pangkalan juga dilaporkan mengalami keterlambatan pasokan dari agen.
Menanggapi kondisi tersebut, Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa peningkatan permintaan elpiji terjadi seiring meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Bulan Suci Ramadan.
“Memasuki Ramadhan, kebutuhan elpiji memang meningkat. Sebagai langkah mitigasi, kami bersama pemerintah daerah melakukan sidak lapangan.
Dari hasil pengecekan, ditemukan adanya pembelian elpiji dari luar wilayah Blitar dan Tulungagung yang turut memengaruhi kestabilan stok,” ujarnya, Minggu (22/2).
Ahad menambahkan, pada masa libur panjang yang bertepatan dengan perayaan Imlek serta menjelang Ramadan, Pertamina telah menyalurkan tambahan pasokan di luar distribusi reguler.
Tambahan tersebut mencakup 33 ribu tabung untuk Kabupaten Tulungagung, 32 ribu tabung untuk Kabupaten Blitar, serta 6 ribu tabung untuk Kota Blitar.
Seiring dinamika di lapangan, Pertamina kembali melakukan extra dropping guna menjaga ketersediaan elpiji 3 kilogram.
Tambahan lanjutan disalurkan sebanyak 6 ribu tabung untuk Kota Blitar dan 34 ribu tabung untuk Kabupaten Blitar.
Dalam inspeksi mendadak tersebut, Pertamina bersama pemerintah daerah memastikan ketersediaan elpiji mulai dari tingkat agen hingga pangkalan.
Penyaluran juga ditegaskan harus sesuai ketentuan, termasuk penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp18 ribu per tabung.
“Kami terus mengingatkan agen dan pangkalan resmi agar menyalurkan elpiji 3 kilogram sesuai peruntukannya. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan ada sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkas Ahad.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.