Stok Pangan Aman hingga Idul Fitri, Warga Kabupaten Blitar Diminta Tetap Tenang
Bulan Maret-April diprediksi sebagai musim panen, DKPP Kabupaten Blitar perkiraan stok pangan hingga Idul Fitri.
Poin Penting
- Panen raya diprediksikan datang Maret-April.
- Stok pangan diprediksi hingga Idul Fitri.
- Masyarakat diminta untuk tidak khawatir.
Kabar Blitar – Masyarakat Kabupaten Blitar diminta untuk tetap tenang dan tidak panik terkait ketersediaan bahan pangan pokok menjelang dan selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.
Pemerintah daerah memastikan stok pangan di wilayah Kabupaten Blitar berada dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar, Fauzia Laame, menegaskan bahwa hasil pemantauan lapangan serta koordinasi lintas sektor menunjukkan pasokan bahan pangan strategis masih terjaga dengan baik.
“Diprediksikan stok pangan di Kabupaten Blitar aman, mulai dari awal Ramadhan hingga Idul Fitri nanti. Masyarakat tidak perlu khawatir karena ketersediaan di pasar maupun di gudang cadangan masih sangat memadai,” ujar Fauzia.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut turut didukung oleh jadwal panen sejumlah komoditas pertanian yang berlangsung pada Maret dan April.
Dengan adanya masa panen tersebut, pasokan pangan dipastikan tetap terjaga hingga perayaan Idul Fitri.
“Kita ada panen di bulan Maret dan April, jadi dimungkinkan hingga Hari Raya Idul Fitri juga masih aman,” pungkasnya.
Meski demikian, Fauzia mengakui bahwa beberapa komoditas seperti cabai sempat diprediksi mengalami dinamika harga akibat kendala produksi di tingkat petani.
Namun, ia memastikan bahan pangan pokok lainnya, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan daging, berada dalam kondisi pasokan yang stabil dan terkendali.
DKPP terus memantau distribusi agar tidak terjadi hambatan yang berpotensi memicu kelangkaan di tingkat pasar.
Untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan keterjangkauan pangan bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Blitar juga menyiapkan langkah mitigasi melalui penguatan program Gerakan Pangan Murah (GPM).
Program ini digelar secara berkala di berbagai titik strategis untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga di bawah pasaran.
“Selain memastikan stok, kami juga fokus pada keterjangkauan harga. Melalui GPM, kami hadirkan bahan pokok dengan harga di bawah pasar untuk membantu masyarakat,” tambah Fauzia.
Ia pun mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
Menurutnya, pola konsumsi yang wajar akan membantu menjaga kestabilan stok dan harga di pasaran.
“Jika pola konsumsi masyarakat stabil dan tidak berlebihan, maka distribusi pangan akan lebih merata. Kami akan terus mengawal ketersediaan ini agar ibadah puasa dan perayaan Idul Fitri masyarakat berjalan lancar tanpa kendala pangan,” tutupnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.