Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Kesehatan

Suntik Jadi Pilihan Favorit, Peserta KB Kota Blitar Capai 14 Ribu

Peserta aktif KB Kota Blitar capai 14 ribu hingga pertengahan 2026, metode suntik jadi favorit dengan 34 persen dari total akseptor.

Suntik Jadi Pilihan Favorit, Peserta KB Kota Blitar Capai 14 Ribu
Ilustrasi suntik KB. (Ist)

Poin Penting

  • Peserta aktif KB Kota Blitar capai sekitar 14 ribu orang hingga pertengahan 2026, dengan 85 persen akseptor perempuan dan 15 persen laki-laki.
  • Metode kontrasepsi suntik paling diminati, mencapai sekitar 34 persen dari total peserta karena dinilai praktis.
  • Program KB tak hanya mengendalikan angka kelahiran, tapi juga menjaga kesehatan ibu-anak lewat pengaturan jarak kehamilan.

KBRB – Peserta aktif Program Keluarga Berencana (KB) di Kota Blitar mencapai sekitar 14 ribu orang hingga pertengahan 2026.

Dari jumlah tersebut, mayoritas akseptor memilih metode kontrasepsi suntik karena dinilai lebih praktis dibandingkan metode lainnya.

Data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) Kota Blitar menunjukkan sekitar 85 persen peserta aktif KB merupakan perempuan.

Sementara partisipasi akseptor laki-laki masih berkisar 15 persen.

Kepala DPPPAPPKB Kota Blitar, Mujianto, mengatakan metode suntik menjadi alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan masyarakat.

Persentasenya mencapai sekitar 34 persen dari total peserta aktif KB.

"Penggunaan KB suntik dianggap lebih praktis. Datang ke fasilitas kesehatan, disuntik, lalu selesai. Dari sisi kemudahan memang lebih diminati masyarakat," ujarnya.

Mujianto menjelaskan, sebagian besar pasangan suami istri mulai mengikuti program KB setelah memiliki anak pertama.

Tujuannya untuk mengatur jarak kelahiran sehingga proses pengasuhan dan pemenuhan kebutuhan anak dapat dilakukan secara lebih optimal.

Meski demikian, tidak semua pasangan langsung memilih metode kontrasepsi jangka panjang.

Sebagian besar masih menggunakan metode yang dinilai lebih fleksibel dan mudah disesuaikan dengan kebutuhan keluarga.

Untuk mendukung pelayanan, Pemerintah Kota Blitar menyediakan layanan KB di berbagai fasilitas kesehatan, mulai puskesmas pembantu hingga puskesmas.

Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses layanan KB secara mandiri di fasilitas kesehatan lainnya.

Menurut Mujianto, tujuan program KB tidak hanya mengendalikan angka kelahiran, tetapi juga menjaga kesehatan ibu dan anak melalui pengaturan jarak kehamilan yang ideal.

"Jarak kelahiran yang terencana dapat membantu menjaga kesehatan ibu, menurunkan risiko komplikasi kehamilan, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak agar lebih optimal," katanya.

Selain berdampak pada kesehatan, program KB juga membantu keluarga merencanakan jumlah anak sesuai kemampuan ekonomi.

Dengan perencanaan yang baik, orang tua diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memberikan perhatian yang lebih maksimal kepada setiap anak.

Di sisi lain, keberhasilan program KB juga berkontribusi dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk.

Karena itu, pemerintah terus mengajak masyarakat memanfaatkan layanan KB sesuai kebutuhan melalui fasilitas kesehatan yang tersedia.

Dengan jumlah peserta aktif yang telah mencapai sekitar 14 ribu orang, DPPPAPPKB Kota Blitar berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga terus meningkat sehingga mampu mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.

#Kota Blitar #Program KB Blitar

Komentar 0

Baca Juga