Tak Boleh Berhasrat Politik, Wali Kota Blitar: Ketua KONI Sepatutnya dari Kalangan Cabor
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin meminta Musorkotlub KONI Kota Blitar tidak menjadi panggung politik bagi figur dari luar organisasi.
Poin Penting
Musorkotlub KONI Kota Blitar dijadwalkan berlangsung maksimal 1 Oktober 2026.
Ketua cabor diharapkan lokal mencalonkan diri sebagai Ketua KONI.
Wali Kota Blitar sebut nama-nama yang memiliki potensi dalam bursa Ketua KONI.
Kabar Blitar – Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin meminta Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) KONI Kota Blitar tidak dimanfaatkan sebagai panggung politik bagi figur dari luar organisasi olahraga, Minggu (13/9/2026).
Pria yang akrab disapa Mas Ibin tersebut mendorong agar Ketua Umum KONI Kota Blitar mendatang berasal dari kalangan ketua cabang olahraga (cabor) lokal yang memahami pembinaan atlet.
Menurutnya, kepemimpinan KONI seharusnya diberikan kepada sosok yang memiliki pengalaman dan terlibat langsung dalam pembinaan olahraga di Kota Blitar.
“Saya kira bagus kalau ketua cabor nyalon. Ketua cabor banyak yang potensial dan berpengalaman di bidang peratletan maupun cabor masing-masing, kata Mas Ibin, Sabtu (12/9/2026).
Berbekal pengalaman tersebut, dirinya beranggapan ketua cabor menjadi kandidat yang layak untuk menduduki posisi ketua KONI.
"Saya kira sangat layak dicalonkan sebagai Ketua Umum KONI Kota Blitar,” ujarnya.
Mas Ibin juga menyebut sejumlah nama ketua cabor yang dinilai memiliki potensi masuk dalam bursa calon ketua umum.
Nama-nama tersebut berasal dari berbagai latar belakang, di antaranya politisi sekaligus legislator Syahrul Alim dan Yudi Meira, aktivis hukum Moh Trijanto, serta birokrat Heru Eko Pramono, Priyo Suhartono, dan Ratih Dewi Indarti.
Dorongan tersebut disampaikan seiring instruksi KONI Jawa Timur kepada Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum KONI Kota Blitar Emil Tyu Samba untuk segera menggelar Musorkotlub.
Berdasarkan surat perintah tersebut, pelaksanaan Musorkotlub dijadwalkan dalam rentang 1 September hingga 1 Oktober 2026 untuk menyelesaikan dinamika internal KONI Kota Blitar.
Mas Ibin juga mengingatkan agar figur dari luar tidak tiba-tiba masuk dalam bursa kepemimpinan KONI hanya untuk kepentingan politik praktis.
“Nggak oke lah, politik juga masih panjang. Jangan terlalu ngebet untuk teman-teman yang tujuannya politik. Jangan sampai KONI diimpor dari luar yang baru datang, nge-show, lalu ingin jadi ketua,” tegasnya.
Ia menegaskan siapa pun yang terpilih sebagai Ketua Umum KONI Kota Blitar harus fokus pada pembenahan cabor, peningkatan prestasi atlet, serta kesejahteraan atlet dan pelatih.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.