Tak Kenal Tanggal Merah! Damkar Blitar Siaga 24 Jam Saat Libur Lebaran
Personel Damkar Kabupaten Blitar tetap siaga 24 jam selama Lebaran 2026 demi menjaga keamanan masyarakat. Dengan sistem shift dan pos siaga di beberapa wilayah, layanan pemadaman dan penyelamatan tetap berjalan tanpa henti.
Poin Penting
- Personel Damkar Kabupaten Blitar tetap bertugas 24 jam selama perayaan Idulfitri.
- Sistem penjagaan dibagi dalam tiga shift dengan pos siaga di Srengat dan Binangun.
- Layanan tidak hanya pemadaman kebakaran, tetapi juga evakuasi darurat yang membahayakan nyawa.
Kabar Blitar – Di saat sebagian besar masyarakat Kabupaten Blitar menikmati momen hangat berkumpul bersama keluarga dan mudik ke kampung halaman, puluhan personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Blitar justru harus merelakan waktu libur mereka.
Demi rasa aman masyarakat, mereka tetap bersiaga penuh di pos penjagaan selama 24 jam nonstop sepanjang perayaan Hari Raya Idul Fitri.
Kasi Pemadaman, Penyelamat, dan Sarana Prasarana Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar, Tedi Prasojo, menegaskan bahwa tidak ada kata libur bagi timnya.
Urusan nyawa dan perlindungan harta benda masyarakat dari ancaman api tidak bisa ditunda, meskipun di hari kemenangan.
"Layanan kami tetap aktif 24 jam. Teman-teman di lapangan tetap menjalankan piket tanpa terkecuali, meskipun itu hari Lebaran. Kami selalu siap siaga jika ada laporan masuk dari masyarakat," ujar Tedi Prasojo saat ditemui di markas Damkar.
Untuk memastikan respon cepat (response time), Tedi menjelaskan bahwa pola penjagaan dibagi ke dalam tiga shift.
Dalam setiap shift, satu regu penuh akan berjaga selama 24 jam sebelum digantikan oleh regu berikutnya.
Kekuatan personel ini tersebar tidak hanya di pusat pemerintahan, tetapi juga di pos-pos pembantu seperti di wilayah Srengat dan Binangun.
"Sistemnya satu regu satu shift selama 24 jam. Jadi, di saat warga sedang Shalat Id atau bersilaturahmi, petugas kami ada yang tetap standby di pos masing-masing. Ini sudah menjadi komitmen dan dedikasi kami sebagai pelayan masyarakat," tambahnya.
Meski fokus utama adalah pemadaman kebakaran, Tedi menyebut bahwa layanan penyelamatan non-kebakaran (rescue) juga tetap berjalan, namun dengan skala prioritas.
Untuk evakuasi yang bersifat membahayakan nyawa manusia secara langsung, petugas akan langsung bergerak.
Tedi mengakui bahwa bertugas di hari raya memiliki tantangan tersendiri, terutama rasa rindu kepada keluarga.
Namun, baginya dan seluruh personel Damkar, melihat masyarakat Blitar bisa merayakan Lebaran dengan aman tanpa gangguan kebakaran adalah sebuah kepuasan batin dan bentuk ibadah tersendiri.
"Harapan kami hanya satu, masyarakat bisa merayakan Idul Fitri dengan tenang. Biarlah kami yang berjaga, agar warga bisa merasa nyaman saat meninggalkan rumah atau saat sedang berkumpul bersama keluarga," pungkasnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.