Tak Lagi Masuk Desil, Puluhan Lansia Kota Blitar Kehilangan PKH Plus
Penyaluran PKH Plus tahap tiga di Kota Blitar menyasar 399 lansia, turun dari 467 penerima pada penyaluran sebelumnya akibat perubahan klasifikasi desil.
Poin Penting
PKH Plus tahap tiga di Kota Blitar menyasar 399 lansia.
Jumlah penerima turun dari 467 lansia setelah adanya klasifikasi desil.
PKH Plus merupakan bantuan Pemprov Jawa Timur sebesar Rp500.000 per penerima.
Kabar Blitar – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melalui Dinas Sosial juga memastikan penerima bantuan telah sesuai dengan usia dan kondisi keluarga serta klasifikasi desil, Minggu (13/9/2026).
Hal tersebut dimaksudkan agar penyaluran bantuan dapat tepat sasaran.
Kepala Dinas Sosial Kota Blitar, Eka Atikah mengatakan penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) Plus tahap tiga menyasar 399 lansia di Kota Blitar.
Jumlah penerima tersebut turun dibandingkan penyaluran sebelumnya yang mencapai 467 lansia.
Penurunan terjadi setelah adanya perubahan klasifikasi desil penerima bantuan.
Eka meminta pendamping sosial membantu mengajukan sanggahan jika menemukan lansia yang dinilai masih layak masuk dalam desil satu hingga empat.
“Kemarin sudah ada 4 yang kita usulkan untuk sanggahan. Ya, masih bertahap karena masih ada proses ini," ujar Eka.
Pihaknya juga berharap bahwa jika diperlukan perubahan, pihak Pemkot Blitar dapat segera melakukan pembenahan.
"Mudah-mudahan nanti kalau yang memang berhak menerima dan butuh intervensi dari pemerintah bisa kami kembalikan lagi desilnya ke semula,” ungkap Eka Atikah.
Menurut Eka, PKH Plus merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang disalurkan setiap tiga bulan sekali sebesar Rp500.000 kepada masing-masing penerima.
Penyaluran dilakukan secara tunai melalui lembaga penyalur di masing-masing kabupaten dan kota dengan proses administrasi melalui Bank Jatim.
Di Kota Blitar, penerima PKH Plus tersebar di tiga kecamatan.
Rinciannya, sebanyak 130 lansia berada di Kecamatan Sananwetan, 199 lansia di Kecamatan Sukorejo, dan 70 lansia di Kecamatan Kepanjenkidul.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.