Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Kesehatan

Tiga Kecamatan Jadi Sorotan, Dinkes Blitar Bakal Genjot Target Imunisasi Anak Sekolah di 2026

Dinkes Kabupaten Blitar memprioritaskan peningkatan cakupan BIAS 2026 di wilayah kerja Puskesmas Sutojayan, Binangun, dan Ponggok yang masih berada di bawah target imunisasi 97 persen.

Imunisasi anak sekolah kabupaten Blitar
Pelaksanaan imunisasi anak sekolah di Kabupaten Blitar. (KBRB)

Poin Penting

  • Dinkes Kabupaten Blitar memfokuskan peningkatan cakupan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 di wilayah kerja Puskesmas Sutojayan, Binangun, dan Ponggok.
  • Ketiga puskesmas tersebut menjadi prioritas karena capaian imunisasi pada pelaksanaan BIAS sebelumnya masih berada di bawah target minimal 97 persen.
  • Dinkes akan memperkuat koordinasi dengan puskesmas, sekolah, dan kader kesehatan untuk meningkatkan cakupan imunisasi serta memastikan seluruh siswa memperoleh layanan BIAS secara merata di Kabupaten Blitar.

Kabar Blitar – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar memfokuskan peningkatan cakupan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 di tiga wilayah kerja puskesmas yang capaian imunisasinya masih berada di bawah target. 

Langkah ini dilakukan oleh Dinkes Kabupaten Blitar agar pelaksanaan program imunisasi anak sekolah dapat merata di seluruh wilayah Kabupaten Blitar.

Tiga wilayah yang menjadi perhatian khusus tersebut adalah Puskesmas Sutojayan, Puskesmas Binangun, dan Puskesmas Ponggok.

Ketiganya akan menjadi prioritas evaluasi karena pada pelaksanaan BIAS sebelumnya belum mampu mencapai target minimal cakupan imunisasi sebesar 97 persen.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Blitar, Anggit Ditya Putranto, mengatakan secara umum capaian imunisasi anak sekolah di Kabupaten Blitar sudah tergolong tinggi.

Namun, masih ada beberapa wilayah yang memerlukan perhatian lebih agar tidak terjadi kesenjangan cakupan imunisasi.

“Untuk wilayah yang menjadi fokus peningkatan tahun ini adalah Puskesmas Sutojayan, Puskesmas Binangun, dan Puskesmas Ponggok, karena capaiannya masih di bawah target 97 persen,” ujar Anggit.

Ia menjelaskan, secara keseluruhan capaian BIAS Kabupaten Blitar pada tahun sebelumnya telah melampaui target nasional.

Berdasarkan data Dinkes, cakupan imunisasi bagi siswa kelas 1 mencapai 98,19 persen dan 97,25 persen untuk jenis imunisasi yang berbeda.

Sementara itu, cakupan imunisasi pada siswa kelas 2 tercatat sebesar 97,44 persen. Adapun pada siswa kelas 5, cakupan imunisasi mencapai 97,74 persen, sedangkan imunisasi Human Papillomavirus (HPV) yang diberikan kepada siswi berhasil mencapai 97,85 persen.

Meski capaian tersebut tergolong tinggi, Dinkes tetap melakukan pemetaan wilayah untuk memastikan seluruh anak sekolah memperoleh hak yang sama terhadap layanan imunisasi.

Evaluasi juga dilakukan guna mengidentifikasi berbagai faktor yang menyebabkan capaian di sejumlah wilayah belum optimal.

“Kami ingin mengetahui faktor yang memengaruhi capaian di lapangan, apakah karena mobilitas siswa, keterbatasan waktu pelaksanaan, atau faktor lain yang berkaitan dengan kesadaran orang tua,” jelas Anggit.

Untuk menyukseskan pelaksanaan BIAS 2026, Dinkes akan memperkuat koordinasi antara puskesmas, sekolah, serta kader kesehatan.

Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap cakupan imunisasi di wilayah yang masih rendah dapat meningkat sekaligus menjaga perlindungan anak-anak sekolah dari berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

#Dinkes Kabupaten Blitar #Imunisasi di Blitar

Komentar 0

Baca Juga