Transportasi Pelajar Terbatas, Dishub Blitar Ajukan Armada Bus Sekolah Baru
Dishub Kabupaten Blitar kembali mengusulkan penambahan armada bus sekolah karena kebutuhan transportasi pelajar yang terus meningkat. Saat ini tersedia 12 unit, belum sebanding dengan jumlah pengguna yang mencapai ratusan ribu siswa.
Poin Penting
- Dishub Blitar mengusulkan tambahan empat unit bus sekolah ke pemerintah pusat sejak 2025.
- Total armada saat ini 12 unit, belum mencukupi kebutuhan 110.682 pelajar pengguna layanan.
- Bus sekolah dinilai mampu menekan biaya transportasi dan risiko kecelakaan pelajar.
Kepala Dishub Kabupaten Blitar, Puguh Imam Susanto, mengatakan saat ini jumlah armada bus sekolah yang beroperasi baru mencapai 12 unit.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 4 unit merupakan milik Pemerintah Kabupaten Blitar, sedangkan 8 unit lainnya merupakan bus sewa yang terdiri dari 7 bus medium dan 1 bus mikro.
“Jumlah ini belum sebanding dengan kebutuhan. Jumlah siswa banyak dan antusiasme menggunakan bus pelajar juga cukup tinggi karena banyak membantu siswa dalam mobilitas ke sekolah,” ujarnya.
Berdasarkan data Dishub, sepanjang 2025 jumlah pelajar yang memanfaatkan layanan bus sekolah gratis mencapai 110.682 siswa.
Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan transportasi pelajar di Kabupaten Blitar masih sangat besar.
Kondisi tersebut semakin diperkuat dengan hadirnya trayek-trayek baru yang mulai dioperasikan dan mendapat respons positif dari kalangan pelajar.
Puguh mengungkapkan, pihaknya telah mengusulkan penambahan armada kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan sejak tahun 2025.
Namun hingga saat ini, usulan tersebut belum mendapatkan realisasi. “Kami sudah mengusulkan tambahan empat unit bus sejak tahun lalu, tetapi sampai sekarang belum ada respons. Semoga saja dalam waktu dekat bisa segera terealisasi,” jelasnya.
Menurutnya, keterbatasan armada berdampak pada belum optimalnya jangkauan layanan, terutama di wilayah pinggiran yang masih sulit dijangkau angkutan pelajar.
Karena itu, penambahan armada dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar layanan transportasi bagi pelajar dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan berjalan lebih optimal.
Selain memberikan kemudahan akses bagi siswa, program bus sekolah gratis ini juga dinilai mampu mengurangi beban biaya transportasi orang tua serta menekan konsumsi bahan bakar.
Tak hanya itu, keberadaan bus sekolah juga dinilai efektif dalam menekan angka kecelakaan di kalangan pelajar di Kabupaten Blitar.
“Dengan adanya bus pelajar, orang tua tidak perlu antar-jemput setiap hari. Ini juga membantu mengurangi risiko kecelakaan di kalangan pelajar,” pungkasnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.