Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Ekonomi

Tren Positif, Produksi Ikan Hias Kabupaten Blitar Terus Meningkat Sepanjang 2025

Hasil budidaya ikan hias di Kabupaten Blitar terus mengalami peningkatan, pada tahun 2025 hasil produksi tembus 205 juta.

Ikan Koi Blitar
Panen ikan koi di Kabupaten Blitar.

Poin Penting

  • Produksi ikan hias di Kabupaten Blitar tembus 205.230.494 pada 2025.
  • Naik 403.421 dari total produksi ikan hias pada 2024.
  • Ikan koi masih merajai produksi budidaya ikan hias di Kabupaten Blitar.

Kabar Blitar – Produksi ikan hias di Kabupaten Blitar terus menunjukkan perkembangan positif. Sepanjang 2025, total produksi ikan hias tercatat mencapai 205.230.494 ekor.

Capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 204.827.073 ekor, atau bertambah sekitar 403.421 ekor dalam kurun satu tahun.

Dari capaian produksi ikan hias tersebut dapat menghasilkan nilai produksi yang fantatis, yakni di angka  Rp. 213.902.915.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Disnakkan Kabupaten Blitar, Deki Nusa Asmara, menilai peningkatan tersebut menjadi indikator bahwa sektor budidaya ikan hias masih memiliki prospek yang baik dan tetap diminati pasar. 

Kabupaten Blitar saat ini disebut sebagai salah satu daerah penghasil ikan hias yang cukup diperhitungkan, khususnya untuk komoditas koi yang masih mendominasi produksi.

“Budidaya ikan hias di Kabupaten Blitar masih didominasi ikan koi. Permintaannya relatif stabil, baik untuk pasar lokal maupun luar daerah, sehingga produksi terus berjalan dan mengalami peningkatan,” ujar Deki Nusa Asmara.

Menurut Deki, keberhasilan budidaya ikan hias sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan perairan. 

Kualitas air menjadi faktor utama yang menentukan, mulai dari suhu, pH, kadar oksigen terlarut (DO), hingga kandungan amonia dan nitrit. 

Selain itu, ketersediaan sumber air yang berkelanjutan serta kebersihannya juga berperan besar dalam menjaga tingkat keberhasilan budidaya.

“Faktor lingkungan perairan menjadi kunci. Kualitas air harus benar-benar dijaga, karena ikan hias sangat sensitif terhadap perubahan kondisi air,” jelasnya.

Selain faktor lingkungan, kualitas benih dan induk ikan hias juga menjadi perhatian penting. Penggunaan benih unggul dari hatchery terpercaya, disertai pengaturan padat tebar yang sesuai dengan sistem budidaya, dinilai mampu menjaga mutu ikan sekaligus menekan angka kematian.

Adapun sentra budidaya ikan hias di Kabupaten Blitar tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Nglegok, Sanankulon, Gandusari, Selopuro, Talun, dan Kanigoro. 

Wilayah-wilayah tersebut dinilai memiliki kondisi lingkungan yang cukup mendukung pengembangan ikan hias.

Meski demikian, Deki mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi pembudidaya ikan hias, seperti keterbatasan induk unggul, kualitas lingkungan budidaya yang cenderung menurun, serta kapasitas sumber daya manusia yang perlu terus ditingkatkan. 

“Kami terus melakukan pendampingan agar budidaya ikan hias di Kabupaten Blitar tetap berkembang, baik dari sisi produksi maupun kualitas, sehingga mampu bersaing di pasar,” pungkasnya.

#Budidaya Ikan Hias Blitar #Disnakkan Kabupaten Blitar

Komentar 0

Baca Juga