Berawal dari Hadiah Negara Cina, Blitar Kini Jadi Daerah Penghasil Ikan Koi di Indonesia
Kabupaten Blitar menjadi salah satu sentra budidaya ikan koi di Indonesia sejak awal 1980-an, dengan pusat produksi di Kecamatan Nglegok dan Sanankulon.
Kabupaten Blitar menjadi salah satu sentra budidaya ikan koi di Indonesia sejak awal 1980-an, dengan pusat produksi di Kecamatan Nglegok dan Sanankulon.
Tips budidaya ikan koi dari pembudidaya asal Blitar, mencakup pemilihan benih, pengelolaan kolam, seleksi, kualitas air, pakan, hingga pembelajaran melalui komunitas dan kontes koi.
Kualitas ikan koi hasil budidaya peternak di Kabupaten Blitar terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Asosiasi Pecinta Koi Indonesia (APKI) menilai perkembangan kualitas body dan warna koi semakin memperkuat posisi Blitar sebagai sentra koi nasional sekaligus ibu kota koi nasional yang mampu bersaing di pasar ikan hias Indonesia maupun internasional.
Musim bediding di Kabupaten Blitar berpotensi mengancam kesehatan ikan budidaya akibat penurunan suhu air kolam. Disnakkan Kabupaten Blitar mengimbau pembudidaya ikan air tawar meningkatkan kewaspadaan karena kondisi dingin ekstrem dapat menurunkan imunitas ikan, memicu serangan penyakit, menghambat pertumbuhan, hingga meningkatkan risiko kematian massal.
Fenomena El Nino ekstrem picu penurunan kualitas air kolam di Blitar, akibat sisa pakan dan kenaikan suhu yang meningkatkan kadar amonia berbahaya bagi ikan.
Hasil budidaya ikan hias di Kabupaten Blitar terus mengalami peningkatan, pada tahun 2025 hasil produksi tembus 205 juta.