Usai Didemo Wakil Wali Kota Blitar, Mas Ibin: Itu Namanya Membakar Rumah Sendiri
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin kritik aksi unjuk rasa KONI yang dipimpin Wawali Elim Tyu Samba, nilai tidak etis karena melibatkan sesama pejabat pemerintahan.
Poin Penting
Wakil Wali Kota Blitar pimpin KONI demo ke Pemkot Blitar.
Wali Kota Syauqul Muhibbin kritik aksi unjuk rasa yang dipimpin Wawali.
Syauqul juga soroti keterlibatan atlet pelajar dan anggota DPRD.
Kabar Blitar – Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengkritik aksi unjuk rasa KONI Kota Blitar yang dipimpin Wakil Wali Kota Blitar sekaligus Plt Ketua Umum KONI, Elim Tyu Samba.
Syauqul menilai aksi yang digelar di depan Kantor DPRD dan Kantor Wali Kota Blitar pada Senin (7/9/2026) tersebut tidak etis karena melibatkan pejabat publik yang juga berada dalam satu pemerintahan.
Aksi tersebut digelar untuk mendesak Pemkot Blitar segera mencairkan dana hibah KONI sebesar Rp2,8 miliar serta mengembalikan akses kantor sekretariat KONI.
Massa terdiri dari pengurus, atlet, pelatih, dan pegiat olahraga dari berbagai cabang olahraga.
"Ini sangat disayangkan. Seorang pejabat publik justru memimpin aksi di kantor sendiri," ujar Syauqul yang akrab disapa Mas Ibin kepada wartawan di Kota Blitar, Selasa (8/9/2026).
Lebih lanjut, dirinya juga mengibaratkan bahwa apa yang dilakukan oleh wakilnya sama halnya dengan membuat kerusakan di ruang kerja Pemkot Blitar.
"Ini seperti membakar rumah sendiri, atau meludah di sumur sendiri," sambung Mas Ibin
Persoalan tersebut, menurut Mas Ibin, semestinya diselesaikan melalui mekanisme pemerintahan dan komunikasi internal.
Terlebih, Elim merupakan Wakil Wali Kota yang menjadi bagian dari pemerintahan Kota Blitar.
Ia juga menyoroti keterlibatan sejumlah anggota DPRD Kota Blitar dalam aksi tersebut.
Menurutnya, kondisi itu semakin menunjukkan adanya persoalan dalam tata kelola yang semestinya dijaga oleh pejabat publik.
Selain persoalan etika, Mas Ibin turut menyoroti keterlibatan atlet pelajar dalam aksi tersebut.
Ia menyayangkan adanya atlet yang masih berstatus pelajar dan harus meninggalkan kegiatan sekolah untuk mengikuti demonstrasi.
Sebelumnya, ratusan insan olahraga Kota Blitar mendatangi Kantor DPRD sebelum melanjutkan aksi dengan berjalan kaki menuju Kantor Wali Kota Blitar.
Mereka menuntut kepastian pencairan anggaran hibah untuk operasional KONI dan pembinaan atlet serta pengembalian kantor sekretariat KONI.
Elim sebelumnya menegaskan aksi tersebut bukan hasil instruksinya kepada atlet maupun pengurus cabang olahraga.
Menurut Elim, dirinya hanya mempersilakan massa menyampaikan aspirasi setelah berbagai upaya komunikasi melalui hearing, audiensi, dan pertemuan dengan Pemkot Blitar belum menghasilkan kepastian.
"Saya tidak pernah menginstruksikan, saya tidak pernah mengondisikan rekan-rekan atlet untuk turun ke jalan," kata Elim kepada wartawan, Senin (7/9/2026).
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.