Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Kesehatan

Waspada Bahaya Campak, Jangan Cium Balita Saat Lebaran

Dinkes Blitar mengimbau warga tidak mencium dan menyentuh balita saat Lebaran 2026 untuk mencegah penularan campak. Penyakit ini sangat menular dan berisiko serius bagi anak-anak.

Waspada Bahaya Campak, Jangan Cium Balita Saat Lebaran
Ilustrasi potensi penularan campak saat lebaran.

Poin Penting

  • Dinkes Blitar melarang kontak fisik langsung dengan balita guna mencegah penularan campak.
  • Campak mudah menular melalui udara, percikan ludah, dan benda terkontaminasi.
  • Orang tua diminta memastikan imunisasi lengkap dan segera periksa jika muncul gejala.

Kabar Blitar – Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengimbau masyarakat untuk tidak mencium maupun menyentuh balita secara langsung saat momen Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. 

Imbauan ini disampaikan sebagai langkah pencegahan penularan Campak yang dinilai sangat rentan menyerang anak-anak, terutama di tengah tingginya mobilitas masyarakat saat Lebaran.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Christine Indrawati, menegaskan bahwa balita merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap penularan penyakit menular, termasuk campak. 

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tetap menjaga interaksi dengan anak-anak tanpa kontak fisik secara langsung.

“Lebaran tetap hangat tanpa harus menyentuh balita, di tengah risiko campak yang mudah menular. Balita menjadi sangat rentan, jadi cukup sapa dan senyum serta jaga kebersihan dan kesehatan demi melindungi mereka,” ujarnya.

Ia menjelaskan, campak merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus dan memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi. 

Penularannya tidak hanya melalui percikan ludah saat batuk atau bersin, tetapi juga dapat menyebar melalui udara (airborne) maupun benda yang terkontaminasi.

Gejala campak umumnya ditandai dengan demam tinggi, munculnya ruam merah pada kulit, mata merah, batuk, pilek, hingga gangguan pencernaan seperti diare. 

Dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi komplikasi serius seperti radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), hingga berisiko menyebabkan kematian.

Untuk itu, dr. Christine mengingatkan pentingnya memastikan anak telah mendapatkan imunisasi lengkap, khususnya imunisasi MR. 

Selain itu, masyarakat juga diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika muncul gejala yang mengarah pada campak.

“Pastikan status imunisasi anak lengkap, segera ke fasilitas kesehatan jika ada gejala, serta terapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti rajin mencuci tangan dan menggunakan masker saat sakit,” tambahnya.

Dengan langkah pencegahan tersebut, diharapkan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan tetap menjaga kesehatan, khususnya bagi anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan terhadap penularan penyakit.

#Dinkes Kabupaten Blitar #Penyakit Campak Blitar

Komentar 0

Baca Juga