Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Sosial

Bahaya Tradisi Balon Udara dan Layang-layang saat Lebaran Bisa Picu Kebakaran

Damkar Blitar mengingatkan bahaya balon udara dan layang-layang saat Lebaran yang berpotensi memicu kebakaran. Warga diminta tidak menerbangkan tanpa pengawasan demi menjaga keselamatan lingkungan.

Bahaya Tradisi Balon Udara dan Layang-layang saat Lebaran Bisa Picu Kebakaran
Ilustrasi tradisi penerbangan balon udara saat lebaran.

Poin Penting

  • Balon udara dan layang-layang berisiko menyebabkan kebakaran jika jatuh di permukiman atau fasilitas umum.
  • Kasus di Langkapan menunjukkan balon udara hampir membakar gedung sekolah.
  • Damkar mengimbau masyarakat tetap mengawasi dan tidak menerbangkan layangan secara sembarangan.

Kabar Blitar – Di balik indahnya pemandangan balon udara dan layang-layang yang menghiasi langit Kabupaten Blitar saat Lebaran, tersimpan potensi bahaya kebakaran yang tidak bisa diabaikan. 

Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Blitar mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap risiko jatuh atau tersangkutnya benda-benda tersebut di area permukiman maupun fasilitas umum.

Kasi Pemadaman, Penyelamat, dan Sarana Prasarana Damkar Kabupaten Blitar, Tedi Prasojo, mengimbau warga agar tidak sembarangan menerbangkan balon udara maupun layang-layang tanpa pengawasan. 

Ia mencontohkan kejadian yang pernah terjadi di wilayah Langkapan, di mana sebuah gedung sekolah hampir terbakar akibat balon udara yang jatuh.

"Belajar dari kasus di Langkapan beberapa waktu lalu, itu gara-gara balon udara jatuh. Beruntung segera diketahui oleh penjaga malam sehingga api tidak sampai menjalar ke seluruh bangunan. Itu bukti kalau balon udara sangat berbahaya," ungkapnya.

Selain balon udara, Tedi juga menyoroti fenomena layang-layang jenis “gapangan” yang kerap diterbangkan tanpa pengawasan atau “dipanjar” hingga semalaman. 

Menurutnya, kondisi ini berisiko tinggi apabila layang-layang putus atau jatuh dan mengenai instalasi listrik maupun atap rumah warga.

"Layangan gapangan itu kalau pas jatuh atau senarnya tersangkut, sering kali tidak terpantau oleh pemiliknya. Lebih berbahaya lagi kalau jatuh di area yang sulit dijangkau. Kami harap masyarakat jika memang menaikkan layang-layang, tolong ditunggu dan diawasi, jangan dipanjar lalu ditinggal tidur," tambahnya.

Meski demikian, pihaknya memahami bahwa tradisi menerbangkan balon udara dan layang-layang sudah menjadi bagian dari perayaan Idulfitri di tengah masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa keselamatan publik harus tetap menjadi prioritas utama.

Damkar Kabupaten Blitar juga terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memantau aktivitas tersebut di lapangan, guna mencegah potensi kebakaran yang dapat merugikan masyarakat.

"Kami tidak melarang masyarakat merayakan kemenangan, tapi tolong tetap ikuti aturan pemerintah. Jangan sampai kegembiraan hari raya berubah menjadi duka karena rumah sendiri atau tetangga terbakar akibat benda yang kita terbangkan ke langit," pungkasnya.

#Balon Udara Blitar #Kebakaran di Blitar #Layang-layang Blitar

Komentar 0

Baca Juga