Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Lingkungan

Disnakkan Blitar Ungkap Ramuan Herbal Bisa Cegah Ternak Terjangkit PMK

Ramuan herbal disinyalir dapat meningkatkan daya tahan hewan ternak sehingga dinilai bisa membantu menekan kasus PMK.

Disnakkan Blitar Ungkap Ramuan Herbal Bisa Cegah Ternak Terjangkit PMK
Pemberian vaksin PMK pada hewan ternak.

Poin Penting

  • Ramuan herbal dinilai bisa tekan angka PMK.
  • Pemberian ramuan herbal tidak bisa gantikan vaksin PMK.
  • Vaksin PMK tetap perlu diberikan pada hewan ternak.

Kabar Blitar – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar mendorong pemanfaatan ramuan herbal sebagai upaya pendukung dalam pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. 

Penggunaan bahan-bahan alami tersebut dinilai dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh ternak, khususnya sapi, di tengah upaya pengendalian PMK yang terus dilakukan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Disnakkan Kabupaten Blitar, Lusia Adityaningtyas, mengatakan ramuan herbal dapat menjadi langkah tambahan yang melengkapi vaksinasi dan penerapan biosekuriti di kandang. 

Lusia menjelaskan bahwa bahan ramuan relatif mudah diperoleh oleh peternak karena tersedia di lingkungan sekitar. 

“Ramuan herbal ini sifatnya mendukung peningkatan daya tahan tubuh ternak. Jadi bukan menggantikan vaksin, tetapi sebagai pendamping agar kondisi ternak tetap prima,” ujarnya.

Lusia menjelaskan, ramuan herbal tersebut dibuat dari sejumlah bahan alami seperti kunyit, temulawak, jahe, sereh, asam jawa, serta gula merah. 

Seluruh bahan direbus hingga mendidih, kemudian air rebusannya diberikan kepada hewan ternak secara rutin. Untuk tujuan pencegahan, ramuan ini cukup diberikan satu kali dalam sepekan. 

“Sementara bagi ternak yang sudah menunjukkan gejala PMK, ramuan herbal bisa diberikan setiap hari sebagai pendukung pemulihan,” sambungnya.

Ia menambahkan, kandungan senyawa aktif dalam bahan herbal, khususnya kunyit dan temulawak, berfungsi sebagai antioksidan dan antiinflamasi alami. 

Sementara jahe dan sereh dikenal mampu membantu meningkatkan stamina serta nafsu makan ternak yang biasanya menurun saat terserang penyakit.

Meski demikian, Disnakkan Kabupaten Blitar menegaskan bahwa upaya utama pencegahan PMK tetap mengacu pada vaksinasi rutin sesuai program pemerintah. 

Selain itu, peternak juga diimbau menerapkan pembatasan lalu lintas orang dan hewan, pemberian pakan bergizi dan air bersih, desinfeksi kandang beserta peralatan, serta karantina ternak baru selama 7 hingga 14 hari secara disiplin. 

“Ramuan herbal ini kami sosialisasikan agar peternak punya alternatif upaya perawatan alami. Namun, vaksinasi PMK dan pelaporan cepat jika ada ternak bergejala tetap menjadi kunci pengendalian PMK,” tegas Lusia.

Disnakkan juga mengingatkan peternak agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan ternak dengan gejala PMK, seperti luka di mulut, kuku, atau penurunan kondisi fisik. 

Dengan penerapan langkah medis, manajemen kandang yang baik, serta dukungan ramuan herbal, diharapkan kasus PMK di Kabupaten Blitar dapat terus ditekan dan kesehatan ternak tetap terjaga.

#Disnakkan Kabupaten Blitar #PMK

Komentar 0

Baca Juga