Disnakkan Kabupaten Blitar Bagikan Cara Jaga Kesehatan Hewan Ternak
Cegah mewabahnya PMK di Kabupaten Blitar, Disnakkan bagikan cara agar hewan ternak tetap sehat.
Poin Penting
- Disnakkan cegah mewabahnya PMK di Kabupaten Blitar.
- Ada 6 langkah penting jaga kesehatan hewan ternak.
- Keamanan dan kesejahteraan peternakan diharapkan bisa terjamin.
Kabar Blitar – Upaya pencegahan penyakit hewan menular strategis terus diperkuat di Kabupaten Blitar seiring masih ditemukannya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di sejumlah wilayah.
Dinas Peternakan Kabupaten Blitar menekankan pentingnya peran aktif peternak dalam menjaga kesehatan ternak melalui penerapan langkah pencegahan yang terukur dan berkelanjutan.
Sekretaris Dinas Peternakan Kabupaten Blitar, drh. Nanang Miftahudin, mengatakan pencegahan penyakit hewan menular strategis tidak bisa hanya bergantung pada penanganan saat ternak sudah sakit.
Menurutnya, langkah antisipatif sejak dini justru menjadi kunci utama untuk menekan risiko penularan penyakit di lingkungan peternakan.
“Prinsip pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari pemenuhan nutrisi ternak, penerapan biosekuriti yang disiplin, hingga kesadaran peternak untuk segera melapor jika menemukan gejala mencurigakan,” ujarnya.
Nanang menjelaskan, pemenuhan nutrisi ternak menjadi langkah dasar yang tidak boleh diabaikan. Ternak harus mendapatkan pakan bergizi, air bersih, serta vitamin sesuai kebutuhan agar daya tahan tubuhnya tetap optimal. Kondisi ternak yang sehat akan lebih kuat menghadapi potensi serangan penyakit menular.
Selain itu, disiplin biosekuriti di kandang juga menjadi faktor penting. Kebersihan kandang dan peralatan harus dijaga, termasuk melakukan disinfeksi secara rutin.
"Biosekuriti ini sering dianggap sepele, padahal sangat menentukan. Penularan penyakit banyak terjadi karena lalu lintas orang, alat, atau kendaraan yang tidak terkontrol,” jelasnya.
Aspek edukasi peternak juga menjadi perhatian. Peternak diimbau untuk mengenali gejala awal penyakit hewan menular agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Di samping itu, pengawasan lalu lintas ternak perlu diperketat, terutama terhadap ternak baru atau ternak yang menunjukkan tanda-tanda sakit, dengan menerapkan karantina sebelum dicampur dengan ternak lain.
Nanang menambahkan, vaksinasi rutin sesuai jadwal dan anjuran petugas menjadi bagian penting dalam pencegahan.
Vaksinasi tidak hanya melindungi ternak secara individu, tetapi juga membentuk kekebalan kelompok di wilayah peternakan.
“Yang tidak kalah penting, peternak harus segera melapor kepada petugas apabila menemukan gejala yang mengarah pada penyakit hewan menular strategis. Semakin cepat dilaporkan, semakin cepat pula penanganan dilakukan,” tegasnya.
Melalui penerapan langkah-langkah tersebut secara konsisten, Dinas Peternakan Kabupaten Blitar berharap keamanan dan kesejahteraan peternak dapat terjaga, sekaligus menekan potensi kerugian akibat penyakit hewan menular strategis.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.