Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Ekonomi

Efek Dapur MBG Libur, Harga Bahan Pokok di Blitar Terjun Bebas

Liburnya dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat harga ayam, telur, cabai, dan bawang merah di pasar tradisional Kabupaten Blitar mulai turun. Disperindag terus memantau pergerakan harga untuk menjaga stabilitas pasar.

Efek Dapur MBG Libur, Harga Bahan Pokok di Blitar Terjun Bebas
Komoditas bahan pokok di Pasar Garum. (Ist).

Poin Penting

  • Disperindag Kabupaten Blitar mencatat harga telur, daging ayam, cabai, dan bawang merah mulai turun seiring berkurangnya permintaan akibat liburnya dapur MBG.
  • Harga bawang merah dan cabai merah besar kini berada di kisaran Rp33 ribu per kilogram, sementara cabai rawit relatif stabil sekitar Rp40 ribu per kilogram.
  • Pemerintah terus memantau harga melalui aplikasi Siska Perbapo dan menyiapkan langkah intervensi seperti operasi pasar jika terjadi lonjakan harga yang tidak wajar.

Kabar Blitar – Liburnya operasional sementara dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memengaruhi pergerakan harga sejumlah bahan pangan di pasar tradisional Kabupaten Blitar. 

Berkurangnya permintaan dalam jumlah besar membuat harga beberapa komoditas berangsur turun.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar, Murlina, mengatakan hasil pemantauan harian menunjukkan harga telur, daging ayam, cabai, hingga bawang merah mengalami penurunan dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.

“Dari pantauan tim kami di lapangan, saat ini harga-harga komoditas seperti telur, daging ayam, cabai, hingga bawang merah posisinya terpantau mulai bergerak turun. Kondisi ini bertepatan dengan momen dapur MBG yang saat ini sedang libur,” ujarnya.

Menurut Murlina, penurunan paling terlihat terjadi pada komoditas bumbu dapur. Harga bawang merah yang sebelumnya sempat meningkat kini turun menjadi sekitar Rp33 ribu per kilogram.

Hal serupa juga terjadi pada cabai merah besar. Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp33 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga cabai rawit relatif stabil di kisaran Rp40 ribu per kilogram setelah sebelumnya turun sekitar Rp5 ribu dari harga tertingginya.

Meski penurunannya belum terlalu besar, kondisi tersebut dinilai membantu menjaga stabilitas harga bahan pangan sekaligus mengurangi tekanan inflasi di daerah.

“Penurunannya memang belum terlalu besar, tetapi kondisi ini cukup membantu menjaga stabilitas harga di pasar serta meringankan beban belanja masyarakat,” kata Murlina.

Untuk mengantisipasi perubahan harga yang dapat terjadi sewaktu-waktu, Disperindag Kabupaten Blitar terus melakukan pemantauan melalui aplikasi Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siska Perbapo).

Petugas di setiap pasar tradisional diminta memperbarui data harga setiap hari sebelum pukul 12.00 WIB.

“Melalui pemantauan harian tersebut, kami dapat mengetahui perkembangan harga secara cepat sehingga apabila terjadi lonjakan yang tidak wajar, pemerintah dapat segera menyiapkan langkah intervensi, termasuk operasi pasar apabila diperlukan,” pungkasnya.

#Bahan Pokok #Disperindag Kabupaten Blitar #MBG

Komentar 0

Baca Juga