Gudang Sabut Kelapa di Nglegok Blitar Terbakar, Kerugian Capai Rp100 Juta
Kebakaran gudang sabut kelapa di Desa Ngoran menyebabkan kerugian hingga Rp100 juta, diduga akibat korsleting listrik dengan api cepat membesar karena material mudah terbakar.
Poin Penting
- Kebakaran gudang sabut kelapa terjadi di Desa Ngoran, Nglegok.
- Kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta tanpa korban jiwa.
- Dugaan sementara dipicu korsleting listrik dan bahan mudah terbakar.
Kabar Blitar – Kebakaran melanda sebuah gudang sabut kelapa di Dusun Pesantren, Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, pada Jumat (23/04/2026) malam.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.30 WIB tersebut menghanguskan sebagian besar isi gudang dan menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp100 juta.
Gudang tersebut diketahui milik Purwoko, warga setempat yang telah mengoperasikan usaha tersebut selama kurang lebih dua tahun.
Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun api dengan cepat membesar karena material sabut kelapa yang mudah terbakar.
Kasi Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar, Tedi Prasojo, menjelaskan bahwa kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang pekerja yang melihat asap dan kobaran api dari dalam gudang saat melintas di sekitar lokasi.
“Saksi melihat adanya asap dan api, kemudian membuka gudang dan mendapati api sudah membesar. Selanjutnya meminta bantuan warga dan melaporkan ke perangkat desa,” ujarnya.
Setelah menerima laporan, petugas pemadam kebakaran segera menuju lokasi dengan membawa peralatan untuk melakukan pemadaman.
“Proses pemadaman dilakukan bersama unsur kepolisian, TNI, relawan, serta warga sekitar yang turut membantu mengendalikan api agar tidak merembet ke bangunan lain,” sambungnya.
“Berdasarkan hasil sementara, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. Dugaan tersebut masih dalam tahap penelusuran lebih lanjut oleh pihak berwenang,” jelasnya.
Sebelumnya, pada siang hari, diketahui sempat ada aktivitas pengelasan di area gudang, meski belum dipastikan berkaitan langsung dengan penyebab kebakaran.
Tedi menambahkan, kondisi bahan baku berupa sabut kelapa yang mudah terbakar menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyebaran api. “Meski demikian, upaya pemadaman berjalan lancar hingga api berhasil dikendalikan,” imbuhnya.
Pihak pemilik menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak mengajukan tuntutan kepada pihak mana pun.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.