Gudang Sembako di Sutojayan Ludes Terbakar, Dua Korban Alami Luka Bakar
Kebakaran hebat melanda gudang sembako di Sutojayan, Kabupaten Blitar, Minggu malam. Dua orang mengalami luka bakar saat menyelamatkan barang, sementara api diduga berasal dari kabel mesin sanyo yang terbakar dan menyambar tabung elpiji serta tumpukan sembako.
Poin Penting
- Kebakaran gudang sembako terjadi Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar.
- Api diduga berasal dari kabel mesin sanyo yang putus lalu menyambar kardus mi instan.
- Dua korban mengalami luka bakar dan luka ringan saat berusaha menyelamatkan barang.
Dalam peristiwa itu, dua orang dilaporkan mengalami luka bakar saat berusaha menyelamatkan barang dari dalam gudang.
Kasi Pemadam Kebakaran, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Satpol PP Kabupaten Blitar, Tedi Prasojo mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 19.10 WIB di gudang milik toko grosir Sembakonesia.
Menurutnya, api diduga berasal dari kabel mesin sanyo yang digunakan untuk memindahkan minyak goreng dari tangki ke tandon penampungan.
Kabel tersebut diduga putus lalu terbakar hingga memicu api menyambar tumpukan kardus mi instan di dalam gudang.
“Api kemudian merambat ke tumpukan tabung gas elpiji 3 kilogram dan bahan sembako lain seperti beras serta minyak goreng,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Akibat insiden tersebut, pemilik toko bernama Aldo Fuhardana Putra (27) mengalami luka bakar sekitar 10 persen pada bagian tangan dan kaki saat berupaya menyelamatkan barang dari kobaran api.
Korban sempat menjalani perawatan di RS Aulia Sutojayan dan direncanakan dirujuk ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, seorang karyawan toko bernama Farel Rahmadani (19) mengalami luka ringan berupa ruam kemerahan di bagian tangan dan kaki setelah membantu proses evakuasi.
Petugas pemadam kebakaran dibantu warga sekitar berusaha memadamkan api agar tidak merembet ke rumah-rumah di sekitar lokasi kejadian. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian.
Selain menghanguskan bangunan gudang sembako, kebakaran juga menyebabkan satu unit mobil Suzuki Carry tahun 1988 dan 15 tabung gas elpiji 3 kilogram ikut terbakar.
Hingga kini, total kerugian materi akibat peristiwa tersebut masih dalam proses pendataan petugas. “Gudang maupun usaha grosir sembako tersebut diketahui tidak diasuransikan,” pungkas Tedi.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.