Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Peristiwa

Kerugian Kebakaran di Blitar Capai Rp3,3 Miliar, Tembus 15 Laporan Pada Awal 2026

Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar mencatat peningkatan kasus kebakaran triwulan I 2026 dengan total kerugian lebih dari Rp3,3 miliar, didominasi kebakaran rumah dan bangunan.

Kerugian Kebakaran di Blitar Capai Rp3,3 Miliar, Tembus 15 Laporan Pada Awal 2026
Kebakaran di Blitar 2026.

Poin Penting

  • Kasus kebakaran di Blitar meningkat pada triwulan pertama 2026.
  • Kerugian terbesar terjadi pada Maret dengan nilai lebih dari Rp3 miliar.
  • Masyarakat diimbau waspada terhadap instalasi listrik dan api terbuka.

Kabar Blitar – Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar mencatat peningkatan kasus kebakaran pada triwulan pertama 2026 dengan total kerugian materiil mencapai lebih dari Rp3,3 miliar.

Kasi Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar, Tedi Prasojo, mengungkapkan pada Januari terjadi lima kasus kebakaran.

Kasus terebut terjadi di wilayah Wlingi, Srengat, Selopuro, Sanankulon, dan Kesamben dengan objek terbakar didominasi rumah tinggal serta satu kendaraan dan total kerugian sebesar Rp193 juta.

"Objek yang terbakar didominasi rumah tinggal serta satu unit kendaraan, dengan total kerugian mencapai Rp193 juta," paparnya.

Memasuki Februari, jumlah kejadian kebakaran menurun menjadi tiga kasus yang terjadi di Kanigoro dan Garum dengan objek kebakaran meliputi bangunan komersial seperti tempat kebugaran, kamar kos, dan kandang ternak.

"Pada periode ini, kebakaran melanda bangunan komersial seperti tempat kebugaran, kamar kos, serta kandang ternak dengan total kerugian yang ditimbulkan tercatat sebesar Rp81 juta," tuturnya.

Namun pada Maret terjadi lonjakan signifikan dengan peristiwa kebakaran tembus hingga tujuh laporan dalam satu bulan.

Pada bulan Maret kebakaran terjadi di sejumlah wilayah seperti Garum, Talun, Sutojayan, dan Srengat yang menyebabkan kerugian melonjak hingga Rp3,057 miliar.

“Bulan Maret menjadi periode dengan kerugian terbesar sejauh ini, yakni menembus angka tiga miliar rupiah lebih,” ujar Tedi.

Peningkatan kerugian ini menunjukkan risiko kebakaran di Kabupaten Blitar masih cukup tinggi sehingga masyarakat diminta lebih memperhatikan aspek keselamatan terutama dalam penggunaan listrik dan bahan mudah terbakar.

Selain itu, Tedi mengingatkan pentingnya respons cepat saat muncul indikasi kebakaran dengan segera melapor melalui jalur darurat agar penanganan dapat dilakukan lebih awal dan dampak kerugian bisa diminimalkan.

#Kebakaran Blitar #Kebakaran di Blitar

Komentar 0

Baca Juga