Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Blitarpedia

Kualitas Koi Blitar Makin Menterang, APKI: Tetap Jaga Status Sentra Koi Nasional

Kualitas ikan koi hasil budidaya peternak di Kabupaten Blitar terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Asosiasi Pecinta Koi Indonesia (APKI) menilai perkembangan kualitas body dan warna koi semakin memperkuat posisi Blitar sebagai sentra koi nasional sekaligus ibu kota koi nasional yang mampu bersaing di pasar ikan hias Indonesia maupun internasional.

Kualitas Koi Blitar Makin Menterang, APKI: Tetap Jaga Status Sentra Koi Nasional
Kualitas Koi Blitar.

Poin Penting

  • APKI menyebut Blitar semakin mengukuhkan posisinya sebagai sentra koi nasional dan telah dikenal sebagai ibu kota koi nasional berkat tingginya aktivitas budidaya ikan koi.
  • Kualitas koi Blitar terus meningkat melalui seleksi indukan, perbaikan teknik budidaya, serta pemeliharaan yang lebih baik, sehingga menghasilkan ikan dengan body dan warna yang semakin unggul.
  • Selain faktor genetika dan budidaya, kualitas pakan menjadi unsur penting yang memengaruhi pertumbuhan, kesehatan, dan keindahan warna koi.

Kabar Blitar – Predikat Blitar sebagai sentra koi nasional dinilai semakin kuat seiring meningkatnya kualitas ikan koi hasil budidaya para peternak lokal dari tahun ke tahun.

Perkembangan tersebut terlihat dari peningkatan kualitas fisik maupun warna ikan koi yang dihasilkan para breeder di wilayah Blitar Raya.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pecinta Koi Indonesia (APKI), Sigit Witanto, mengatakan Blitar saat ini telah dikenal luas sebagai salah satu daerah penghasil koi terbaik di Indonesia.

Bahkan, Blitar telah ditetapkan sebagai ibu kota koi nasional karena tingginya aktivitas budidaya dan banyaknya pelaku usaha yang mengembangkan komoditas tersebut.

“Blitar memang sentra koi nasional. Apalagi sekarang sudah ditetapkan sebagai ibu kota koi nasional,” ujar Sigit.

Menurutnya, kemajuan budidaya koi di Blitar tidak terjadi secara instan. Para breeder terus melakukan pengembangan kualitas melalui seleksi indukan, perbaikan teknik budidaya, serta pemeliharaan yang semakin baik.

Hasilnya, kualitas koi yang diproduksi mengalami peningkatan signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

“Selama ini kualitas koi kita semakin baik. Dari tahun ke tahun peningkatan baik dari body maupun kualitas warna terus mengalami perkembangan. Ini menunjukkan para breeder kita berkembang sangat luar biasa,” katanya.

Sigit menambahkan, keberhasilan menghasilkan koi berkualitas tidak hanya bergantung pada faktor genetika atau teknik budidaya semata.

Ketersediaan pakan yang berkualitas juga menjadi faktor penting dalam menunjang pertumbuhan dan pembentukan warna ikan.

Menurutnya, kualitas pakan memiliki pengaruh langsung terhadap kondisi tubuh, kesehatan, hingga tampilan warna koi yang menjadi salah satu indikator utama dalam penilaian ikan hias tersebut.

“Apapun kondisinya, kalau tidak ditunjang dengan pakan yang baik tentu hasil yang diproduksi petani juga kurang baik,” jelasnya.

Dengan dukungan sumber daya pembudidaya yang terus berkembang serta kualitas produksi yang semakin meningkat, Sigit optimistis koi asal Blitar akan semakin mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Kondisi tersebut sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Blitar sebagai salah satu pusat industri ikan koi terbesar di Indonesia.

#Budidaya Ikan Hias Blitar #Ikan Koi Blitar

Komentar 0

Baca Juga