Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Lingkungan

Sampah Kota Blitar Terus Berdatangan, Umur TPA Ngegong Tersisa Dua Tahun

TPA Ngegong Kota Blitar diprediksi hanya bertahan 2 tahun lagi, DLH dorong warga pilah dan kurangi sampah dari rumah sejak dini.

kondisi TPA Ngegong Blitar.
Kondisi TPA Ngegong Blitar. (Ist)

Poin Penting

  • TPA Ngegong Kota Blitar diprediksi hanya mampu bertahan sekitar 2 tahun lagi jika tak ada pengurangan sampah dari sumber.

  • Volume sampah yang masuk ke TPA Ngegong mencapai 60-65 ton per hari, dari rumah tangga, pasar, hingga fasilitas umum.

  • DLH siapkan perluasan kawasan TPA dan mesin insinerator, sekaligus dorong warga memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah.

Kabar Blitar – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngegong di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, diprediksi hanya mampu menampung sampah hingga sekitar dua tahun ke depan.

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mendorong pengurangan sampah sejak dari sumbernya.

Sekretaris DLH Kota Blitar, Denny Eko Prisanto, mengatakan kapasitas TPA Ngegong saat ini sudah semakin terbatas karena terus menerima kiriman sampah setiap hari.

"TPA Ngegong diprediksi hanya mampu bertahan sekitar 2 tahun lagi. Jika tidak ada pengurangan dari sumber, maka dalam waktu 2 tahun TPA Ngegong dipastikan tidak bisa lagi menampung sampah," kata Denny.

Kondisi tersebut, menurutnya, dipengaruhi semakin tingginya timbunan sampah serta adanya tambahan sampah baru yang masuk setiap hari.

Volume sampah yang diterima TPA Ngegong saat ini mencapai sekitar 60 hingga 65 ton per hari.

"Dalam sehari volume sampah yang masuk di TPA Ngegong mencapai 60 hingga 65 ton. Dan jenisnya beragam, mulai dari sampah rumah tangga, sampah pasar hingga sampah dari usaha dan fasilitas umum lainnya," jelasnya.

Ancaman keterbatasan kapasitas TPA tersebut bukan persoalan baru.

Data pemerintah sebelumnya juga menunjukkan TPA Ngegong menjadi lokasi pemrosesan akhir sampah Kota Blitar, sementara berbagai dokumen perencanaan daerah telah mengarahkan pengembangan sistem persampahan dan peningkatan pengolahan sampah di kawasan tersebut.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, DLH Kota Blitar menyiapkan sejumlah langkah, di antaranya perluasan kawasan TPA serta pengadaan mesin insinerator untuk membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA.

Upaya tersebut, Denny mengatakan, tetap perlu dibarengi perubahan perilaku masyarakat. Pengurangan sampah dari rumah tangga dinilai menjadi salah satu kunci agar umur layanan TPA Ngegong dapat diperpanjang.

Ia mengimbau masyarakat mulai memilah sampah berdasarkan jenisnya sejak dari rumah — sampah organik dapat diolah melalui pengomposan, sedangkan sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi dapat disalurkan melalui bank sampah.

"Kami berharap peran serta warga masyarakat untuk bisa memilah sampah dari sumbernya," pungkas Denny.

#Pemkot Blitar #Sampah Kota Blitar #TPA Ngegong Blitar

Komentar 0

Baca Juga