Sidak Pembangunan Joko Pangon, DPRD Kota Blitar Minta Kualitas Material dan Ketepatan Ukuran Diperbaiki
Komisi III DPRD Kota Blitar menyoroti progres pembangunan Joko Pangon yang baru mencapai 6,8 persen dan meminta kualitas meterial serta ketepatan ukuran diperbaiki.
Poin Penting
Pembangunan Joko Pangon di Kota Blitar saat ini mencapai progres sekitar 6,8 persen.
DPRD Kota Blitar menyoroti kualitas pasir sebagai material utama serta ketepatan ukuran.
Proyek Joko Pangon bernilai sekitar Rp3,078 miliar dan ditargetkan selesai pada 2 Desember 2026.
Kabar Blitar – Komisi III DPRD Kota Blitar melakukan sidak terkait progres pembangunan Joko Pangon di Kota Blitar, Rabu (23/9/2026)
Berdasarkan hasil di lapangan, pembangunan Joko Pangon baru mencapai progres sekitar 6,8 persen, meski pekerjaan tersebut ditargetkan bisa meningkat hingga 20-25 persen pada awal Oktober mendatang.
Anggota Komisi III DPRD Kota Blitar, Totok Sugiharto, mengatakan dalam pengecekan pekerjaan terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki, terutama terkait kualitas material dan ukuran pekerjaan.
“Saya rasa bukan temuan cuman ada beberapa yang harus diperbaiki yaitu kualitas bahan utamanya pasir,” kata Totok, Rabu (23/9/2026).
Selain material, DPRD juga menyoroti ketepatan ukuran dalam pekerjaan pembangunan Joko Pangon.
“Terus ada beberapa yang perlu juga diperbaiki terkait aspek ukuran ya. Ukurannya ya harus tepat,” ujarnya.
Totok menyebut progres pembangunan Joko Pangon saat ini sekitar 6,8 persen berdasarkan hasil pengecekan di lapangan.
“Tapi ya di Joko Pangon masih 6,8 persen. Masih jauh,” katanya.
Menurutnya, progres tersebut memilik perbedaan pencatatan dibandingkan catatan konsultan pengawas yang berada di angka sekitar 5 persen.
“Masih hari ini apa 6,8 persen tapi catatan di konsultan pengawas ini masih 5 persen. Tapi 1,8 persen ini kami abaikan. Yang penting di minggu awal bulan Oktober kami datangi setidaknya 20 sampai 25 persen ini kita wujudkan,” jelasnya.
Pembangunan Joko Pangon memiliki nilai anggaran sekitar Rp3,078 miliar.
Totok mengatakan pekerjaan tersebut ditargetkan selesai pada 2 Desember 2026.
Terkait kemungkinan pekerjaan molor dari target, Totok masih melihat perkembangan pekerjaan di lapangan, termasuk kondisi cuaca.
“Ya, coba kami lihat. Moga-moga ora udan, nek udan wes [Semoga tidak hujan, kalau hujan ya sudah],” ujarnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.