Tim Penjinak Bom Turun Tangan, TKP Ledakan Petasan di Udanawu Sudah Dinetralkan
Kapolres Blitar Kota memastikan ledakan di Desa Bakung, Udanawu, akibat petasan. Dua remaja mengalami luka bakar 35 hingga 40 persen dan masih dirawat intensif, sementara polisi terus menyelidiki lokasi yang diduga tempat perakitan.
Poin Penting
- Ledakan di Kecamatan Udanawu, dipastikan akibat petasan oleh Kapolres Blitar Kota.
- Dua remaja mengalami luka bakar 35 dan 40 persen serta masih menjalani perawatan intensif.
- Tim Jibom menemukan indikasi lokasi kejadian sebagai tempat perakitan petasan.
Kabar Blitar – Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo memastikan ledakan yang terjadi di Desa Bakung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar disebabkan oleh petasan.
Peristiwa tersebut mengakibatkan dua remaja mengalami luka bakar serius dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Ia menjelaskan, korban pertama berinisial MZAF (16) mengalami luka bakar sekitar 35 persen. Sementara korban lainnya, MAP (19) mengalami luka bakar lebih parah yakni sekitar 40 persen.
“MZAF kondisi luka bakar 35 persen. Satu lagi MAP mengalami luka bakar 40 persen, masing-masing di bagian wajah, tangan, dada sama kaki,” ujarnya.
Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ledakan tersebut dipastikan berasal dari petasan.
Untuk memastikan keamanan lokasi, tim penjinak bom (Jibom) turut diterjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP).
“Hal ini bisa kami pastikan bahwasanya ledakan ini diakibatkan oleh petasan. Hari ini kami datangkan Jibom untuk melakukan netralisasi di TKP apakah masih ada mercon atau benda lain yang bisa memicu ledakan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi lokasi saat ini sudah dinyatakan aman meskipun masih dipasangi garis polisi karena proses penyelidikan belum sepenuhnya selesai.
“Saat ini sudah netral dan TKP dalam keadaan aman, walaupun masih di police line karena masih dalam proses penyelidikan,” katanya.
Terkait dugaan bahwa korban meracik petasan di lokasi kejadian, pihak kepolisian belum dapat memastikan.
Hal tersebut karena kondisi kedua korban masih belum memungkinkan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
“Untuk keterangan belum bisa kami dapatkan karena kedua korban masih di opname. Satu posisi sedang dioperasi dan satunya masih dirawat,” ungkapnya.
Meski demikian, hasil olah TKP sementara oleh tim Jibom menemukan sejumlah alat yang mengarah pada aktivitas perakitan petasan di lokasi kejadian.
“Dari olah TKP awal ditemukan beberapa alat yang bisa disimpulkan bahwa lokasi itu memang tempat pembuatan,” pungkasnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.