Kasus DBD Blitar Turun, Dinkes Waspadai Lima Kecamatan Tertinggi
Dinkes Kabupaten Blitar catat kasus DBD turun jadi 44 kasus, namun tetap waspadai lima wilayah puskesmas dengan temuan tertinggi.
Dinkes Kabupaten Blitar catat kasus DBD turun jadi 44 kasus, namun tetap waspadai lima wilayah puskesmas dengan temuan tertinggi.
Dinkes Kota Blitar layani 264 pasien ODGJ berat pada Semester I 2026, Kecamatan Sananwetan catat kasus terbanyak dengan 103 pasien.
Kasus DBD di Kabupaten Blitar turun signifikan jadi 44 kasus hingga pertengahan 2026, dari 504 kasus pada 2025.
Angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Blitar terus menurun hingga 2026. Dinkes memperketat pemeriksaan kehamilan berisiko melalui ANC minimal enam kali untuk mencegah komplikasi.
Dinkes Kabupaten Blitar memprioritaskan peningkatan cakupan BIAS 2026 di wilayah kerja Puskesmas Sutojayan, Binangun, dan Ponggok yang masih berada di bawah target imunisasi 97 persen.
Dinkes Kabupaten Blitar menargetkan 48.065 pelajar mengikuti Program BIAS 2026. Sebanyak empat jenis vaksin, yakni DT, MR, Td, dan HPV, disiapkan untuk melindungi siswa dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Program imunisasi anak sekolah di Kota Blitar akan kembali dilaksanakan setelah tahun ajaran baru dimulai. Program BIAS 2026 di Kota Blitar akan menyasar siswa kelas 1, 2, dan 5 SD dengan imunisasi MR, DT, Td, serta HPV untuk menjaga kekebalan tubuh dan mencegah penyakit menular sejak usia sekolah.
Perbaikan indikator kesehatan anak mulai terlihat di Kabupaten Blitar sepanjang 2025. Meski jumlah kematian balita mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, upaya penguatan layanan kesehatan ibu dan anak masih diperlukan untuk mencapai capaian yang lebih baik.
Program Berkah Bumil di Kota Blitar tidak hanya menyediakan bantuan nutrisi berupa telur dan susu ibu hamil, tetapi juga pendampingan kesehatan serta pemantauan oleh kader. Hingga pertengahan 2026, program ini terus berjalan sebagai upaya mendukung kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan.
DKPP Kota Blitar melakukan pengawasan peredaran obat hewan di depo obat hewan, pet shop, dan klinik hewan untuk memastikan produk yang beredar aman, bermutu, serta memiliki izin sesuai ketentuan. Monitoring yang dilakukan pada Juni 2026 ini menyasar 11 depo obat hewan, 32 pet shop, dan satu klinik hewan guna mencegah peredaran obat ilegal, kedaluwarsa, maupun yang tidak memenuhi standar penyimpanan.
Kasus penyakit menular di Kabupaten Blitar masih menunjukkan tren tinggi berdasarkan laporan Surveilans SKDR Minggu ke-22 Tahun 2026. Influenza Like Illness (ILI) dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi penyakit yang paling banyak ditemukan, disusul diare akut, pneumonia, dan suspek demam tifoid. Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah perubahan cuaca dan musim bediding yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan keseha
Kasus Lumpy Skin Disease (LSD) pada sapi di Kabupaten Blitar masih dalam kondisi terkendali. Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar menyebut tidak ada lonjakan kasus yang signifikan berkat meningkatnya kesadaran peternak dalam mengenali gejala penyakit dan melaporkannya lebih cepat kepada petugas kesehatan hewan. Penanganan dini dinilai efektif menekan penyebaran LSD serta menjaga tingkat kesembuhan ternak tetap tinggi.